Wagub Ingin Bandara Kertajati Jadi Tempat Berangkat Jemaah Umrah Jabar.


Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengungkapkan, asrama haji sudah final diputuskan di Indramayu.

Ini merupakan  upaya pemerataan pembangunan di Jawa Barat serta keputusan Menteri Agama RI.

Pembangunannya akan dimulai tahun ini dan diharapkan tahun depan sudah selesai sehingga tahun 2021  sudah bisa dioperasionalkan.

“Kapasitas asrama haji yang akan dibangun ini mampu menampung empat kloter. Kami pikir ini cukup untuk pemberangkatan haji,” kata Uu, Selasa, 7 Januari 2020.

Dia pun berharap BIJB tidak hanya dimanfaatkan untuk keberangkatan haji namun juga umrah.

Untuk hal tersebut Pemerintah Provinsi telah melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala Kementrian Agama di Jawa Barat agar menghimbau biro perjalanan umrah untuk berangkat dari Kertajati.

“Jumlah haji dan umrah dari Jabar ini paling banyak dibanding dari provinsi lain. Jadi nanti pusat pemberangkatan haji dan umroh hanya harapan bisa seluruhnya dari BIJB, kami sudah minta bantuan kemenag agar mengarahkan umroh dari BIJB,” kata Wagub.

Uu berharap untuk untuk asrama haji bisa melanjutkan keputusan tahun lalu di Cirebon atau Majalengka.

Ekselutif General Manajer Angkasa Pura Dua Kertajati Iboet Astono,  mengungkapkan pihaknya memastikan penerbangan dari Kertajati sudah benar-benar siap.

Pada akhir Januari 2020 ini rencananya Pemerintah Arab Saudi akan memverifikasi kesiapan Bandara Kertajati.

“Kementrian Perhubungan Saudi Arabia akan melakukan perivikasi kesiapan BIJB, pengecekan ini dilakukan karena BIJB adalah bandara baru yang melaksanakan pemberangkatan haji. Kami bersama Kementrian Perhubungan akan sama-sama mempersiapkan apa yang disyaratkan Pemerintah Arab Saudi. Perivikasi ini menyangkut pemeriksaan kemanan, aspek keselamatan sisi  darat dan udara, check in, imigrasi, bea cukai, kesehatan dan lain-lain. Itu semua kami sudah siap,” kata Iboet.

Kesiapan sesuai hasil evaluasi pada Selasa, 31 Desember 2019, bersama semua pihak seperti Kementrian Perhubungan, Imigrasi, Kementerian Agama.

Rencananya keberangkatan haji dari BIJB jika terjadi penambahan jumlah quota akan mencapai sebanyak 105 kelompok terbang dari sebelumnya sebanyak 97 kloter.

Dalam sehari menurut Iboet bisa melakukan penerbangan tiga hingga empat kali penerbangan baik menuju Jedah atau Madinah.

Menyinggung soal depo bahan bakar, Iboet mengatakan depo Pertamina selesai dibangun pada Mei mendatang.

Sehingga nanti pengisian bahan bakar sudah bisa dilakukan melalui hidran, itu dialirkan lewat pipa bawah tanah yang dibangun dibelakang bandara dengan kapasitas 6.000.000 liter.

Sedangkan kebutuhan satu pesawat menuju Jedah hanya 90.000 liter, jika sehari 4 penerbangan hanya dibutuhkan 360.000 liter.

“Dan itu setiap malam akan diisi kembali sehingga bahan bakar dipastikan akan aman,” ucap Iboet.

Posting Komentar

0 Komentar