Tiga Oknum Pejabat Disdik Kena OTT, Bupati Bandung Langsung Bertindak


 SOREANG, Bandung PunyaBerita.Com -- Bupati Bandung HM Dadang Supriatna dikabarkan telah mencopot tiga oknum pejabat fungsional Disdik Kabupaten Bandung yang kena Operasi Tangkap Tangan Saber Pungli Jawa Barat.

Kepala Bidang Data informasi dan Publikasi Satgas Saber Pungli Jabar M Yudi Ahadiat mengatakan, langkah itu langsung dilakukan oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna pada Jumat 16 Juli 2021.

"Dua hari setelah kami lakukan OTT, ketiga orang yang diamankan, langsung dimutasikan ke posisi non job oleh Bupati Bandung," tutur Yudi, Sabtu 17 Juli 2021.

Hal itu dilakukan guna memudahkan pemeriksaan lebih lanjut oleh Satgas Saber Pungli Jabar.

Yudi mengapresiasi langkah kooperatif dari Pemkab dan Bupati Bandung atas kasus tersebut

Ketiga oknum terduga pelaku pungli itu merupakan pejabat fungsional yang bertugas di wilayah.

Yudi mennuturkan, pihaknya sampai saat ini masih terus memeriksa ketiga oknum tersebut, guna mendalami dugaan tindak pidana korupsi di balik aksi pungli tersebut.

Pemeriksaan lanjutan, kata Yudi, dilakukan oleh Tim dari Bidang Yustisi Saber Pungli Jabar.

Seperti dilaporkan, Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Jawa Barat mengamankan tiga oknum pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung, dalam operasi tangkap tangan (OTT) 14 Juli 2021 lalu.

Ketiga pejabat tersebut adalah Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang SD Kecamatan Pangalengan, SJ dan pengawasnya EA, serta Korwil SD Kecamatan kertasari AD.

"Betul, telah terjadi dugaan pungli di lingkungan Disdik Kabupaten Bandung. Kami melakukan penyelidikan selama dua hari pada 13 Juli sampai akhirnya melakukan OTT pada 14 Juli," tutur Kepala Bidang Data informasi dan Publikasi Satgas Saber Pungli Jabar M Yudi Ahadiat, SH., saat dihubungi Sabtu 17 Juli 2021, seperti dilansir Jurnal Soreang.

Yudi menambahkan, OTT tersebut terjadi di Gedung Sekretariat PGRI Kabupaten Bandung, di kawasan Katapang.

Selain mengamankan tiga orang terduga, kata Yudi, pihaknya juga mengamankan barang bukti uang tunai sekitar Rp11,65 juta.

Menurut Yudi, uang tersebut merupakan hasil pungutan dari para kepala SD di wilayah Pangalengan dan Kertasari.

Yudi melansir bahwa SJ sendiri mengaku bahwa uang itu memang dipungut dari para kepala sekolah.

Yudi Ahadiat, mengatakan,  dalam OTT tersebut diamankan sebesar Rp. 11.650.000,- dengan rincian enam amplop warna putih berisi uang Rp. 7.650.000,- dan dua map warna telor asin yang berisikan uang sebesar Rp. 1.500.000,- dan Rp Rp. 2.500.000,-.

Untuk itu, kata Yudi, ketiga orang yang diduga melakukan pungli EA, SJ dan AD sedang dilakukan pendalaman. “Kami dari Saber Pungli Jawa Barat sangat berterima kasih Pak Bupati membebastugaskan para terduga pungli ini agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih leluasa,” ungkap Yudi.

Sedangkan Kasi Kurikum dan Kabid untuk sementara tidak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, karena uang yang menjadi barang bukti belum diserahkan. 

“Karena uangnya belum diserahkan ke kasi kurikulum dan kabid, kita tidak dulu melakukan pemeriksaan kepada keduanya. Sementara kita dalami ketiga terduga pelaku pungli yang tertangkap tangan dengan uang hasil punglinya,” kata Yudi.

Reporter : Deddy

Editor : Beny

Posting Komentar

0 Komentar